Pengertian TKPK
TKPK adalah singkatan dari Teknik Keselamatan Pekerjaan pada Ketinggian. Istilah ini mengacu pada seperangkat metode, prosedur, dan aturan keselamatan kerja yang diterapkan ketika seseorang melakukan pekerjaan di area dengan ketinggian tertentu yang memiliki risiko jatuh.
Menurut Permenaker No. 9 Tahun 2016, pekerjaan pada ketinggian adalah setiap aktivitas yang dilakukan pada permukaan lebih dari 1,8 meter di atas tanah atau lantai kerja yang berpotensi menyebabkan cedera serius hingga kematian jika pekerja jatuh.
Penerapan TKPK mencakup perencanaan kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat, prosedur kerja sesuai standar, serta persiapan rencana penyelamatan (rescue plan) jika terjadi keadaan darurat.
Tujuan TKPK
Penerapan TKPK bertujuan untuk:
-
Mengurangi risiko kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian
-
Melindungi pekerja dan memastikan keselamatan selama bekerja
-
Menetapkan standar prosedur kerja aman di area ketinggian
-
Memenuhi ketentuan hukum dan regulasi keselamatan kerja
Prinsip Dasar TKPK
TKPK memiliki prinsip-prinsip dasar yang wajib dipahami dan diterapkan oleh setiap pekerja maupun perusahaan yang melaksanakan pekerjaan di ketinggian. Prinsip-prinsip tersebut meliputi:
1. Identifikasi Bahaya
Sebelum pekerjaan dimulai, semua potensi bahaya harus diidentifikasi. Misalnya risiko jatuh, terpeleset, tertimpa benda, atau terkena arus listrik.
2. Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Setelah bahaya teridentifikasi, dilakukan penilaian tingkat risiko untuk menentukan metode pengendalian yang sesuai.
3. Pengendalian Bahaya
Menggunakan teknik pengendalian seperti fall prevention (pencegahan jatuh) atau fall arrest system (penahan jatuh).
4. Penggunaan APD
Memakai APD seperti full body harness, lanyard, helm keselamatan, sepatu pelindung, dan sarung tangan sesuai standar.
5. Prosedur Kerja Aman
Mengikuti SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku dan memastikan seluruh tim memahami langkah-langkah kerja aman.
6. Rencana Penyelamatan (Rescue Plan)
Memiliki prosedur evakuasi darurat untuk menyelamatkan pekerja jika terjadi insiden di ketinggian.
Perbedaan TKPK dan TKBT
Banyak orang masih bingung membedakan TKPK dengan TKBT. Berikut penjelasan perbedaannya:
-
TKPK (Teknik Keselamatan Pekerjaan pada Ketinggian)
Fokus pada keselamatan kerja di ketinggian secara umum. Berlaku untuk berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan di atas permukaan tanah/lantai lebih dari 1,8 meter. Materinya mencakup pengenalan bahaya, APD, teknik bekerja aman, dan prosedur penyelamatan. -
TKBT (Teknik Keselamatan Bekerja pada Bangunan Tinggi)
Lebih spesifik untuk pekerjaan di bangunan tinggi seperti gedung bertingkat, menara, atau struktur tinggi lainnya. Materinya lebih menekankan pada teknik akses bangunan tinggi, penggunaan rope access, dan manuver di struktur vertikal.
Singkatnya, TKPK lebih umum, sedangkan TKBT lebih spesifik untuk pekerjaan vertikal pada bangunan tinggi.
Peralatan Wajib untuk TKPK
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pada ketinggian harus memenuhi standar keselamatan. Beberapa peralatan wajib dalam TKPK meliputi:
-
Full Body Harness – Menopang tubuh pekerja saat bekerja di ketinggian dan mencegah jatuh fatal.
-
Lanyard – Tali pengaman yang menghubungkan harness dengan titik anchor.
-
Helm Keselamatan – Melindungi kepala dari benturan atau kejatuhan benda.
-
Anchor Point – Titik pengikatan yang kuat dan aman untuk mengaitkan lanyard atau lifeline.
-
Fall Arrest System – Sistem untuk menghentikan jatuh sebelum menyentuh permukaan bawah.
-
Sepatu Keselamatan – Melindungi kaki dari risiko terpeleset atau tertimpa benda berat.
-
Peralatan Rescue – Digunakan untuk evakuasi darurat jika pekerja terjatuh atau terjebak di ketinggian.
Regulasi yang Mengatur TKPK
Di Indonesia, TKPK diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian.
Regulasi ini menetapkan bahwa:
-
Pekerjaan pada ketinggian adalah aktivitas yang dilakukan pada permukaan lebih dari 1,8 meter dari lantai kerja
-
Harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai
-
Harus ada prosedur pengamanan dan pengawasan ketat
-
Pekerja wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk bekerja aman di ketinggian
Contoh Penerapan TKPK di Industri
TKPK diterapkan di berbagai sektor industri. Beberapa contohnya:
-
Konstruksi Gedung Tinggi – Pekerja pemasangan dinding luar atau kaca menggunakan full body harness dan scaffolding yang aman.
-
Telekomunikasi – Teknisi tower memanjat menara BTS menggunakan sistem fall arrest.
-
Minyak dan Gas – Pekerja rig lepas pantai menggunakan work positioning system saat melakukan perbaikan peralatan di ketinggian.
-
Pembersihan Gedung (Building Maintenance) – Petugas pembersih kaca gedung menggunakan rope access sesuai prosedur K3.
-
Perawatan Infrastruktur – Pekerja perawatan jembatan menggunakan jaring pengaman (safety net) dan APD lengkap.
Mengapa Wajib TKPK?
Pekerjaan di ketinggian memiliki tingkat risiko High Risk Work. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan, kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian menempati salah satu posisi tertinggi penyebab kematian di tempat kerja.
Tanpa pelatihan TKPK:
-
Pekerja tidak mengetahui teknik penggunaan APD yang benar
-
Potensi jatuh dan kecelakaan meningkat drastis
-
Perusahaan dapat dikenakan sanksi hukum karena melanggar peraturan K3
-
Proyek berisiko dihentikan oleh pengawas ketenagakerjaan
Dengan pelatihan TKPK, pekerja akan mampu mengidentifikasi bahaya, menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar, serta menerapkan prosedur kerja aman untuk menghindari kecelakaan.
Tujuan Pelatihan TKPK
Pelatihan TKPK bertujuan untuk:
-
Membekali pekerja dengan kemampuan bekerja di ketinggian secara aman
-
Memahami potensi bahaya dan risiko yang ada di ketinggian
-
Menguasai penggunaan dan pemeriksaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti full body harness
-
Menguasai teknik penyelamatan (rescue) dan evakuasi darurat
-
Memenuhi persyaratan perundangan terkait keselamatan kerja
Materi Pelatihan TKPK
Materi TKPK menggabungkan teori, simulasi, dan praktik lapangan, antara lain:
-
Peraturan dan Standar K3 Pekerjaan pada Ketinggian
Penjelasan regulasi Permenaker No. 9 Tahun 2016 dan standar internasional terkait pekerjaan di ketinggian. -
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Metode mengenali potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian. -
Penggunaan dan Pemeriksaan APD
Pemilihan, penggunaan, dan pengecekan full body harness, lanyard, karabiner, helm keselamatan, dan sepatu pelindung. -
Teknik Bekerja Aman di Ketinggian
Metode fall prevention, fall arrest system, work positioning, dan restraint system. -
Prosedur Penyelamatan dan Evakuasi Darurat
Teknik mengevakuasi pekerja yang jatuh atau terjebak menggunakan peralatan penyelamatan khusus.
Baca Juga: Tips Lulus Rope Access TKPK Level 1 dalam Sekali Ujian
Sertifikasi TKPK
Peserta yang lulus pelatihan akan mendapatkan Sertifikat TKPK yang:
-
Diterbitkan oleh lembaga pelatihan resmi
-
Diakui oleh Kementerian Ketenagakerjaan
-
Berlaku secara nasional dan diakui oleh perusahaan berbagai sektor industri
Sertifikat ini menjadi bukti kompetensi bahwa pekerja memiliki keahlian dan pengetahuan untuk bekerja aman di ketinggian.
Baca Juga: TKPK: Pelatihan Bekerja di Ketinggian untuk Keselamatan dan Sertifikasi Profesional
Siapa yang Wajib Mengikuti TKPK?
Pelatihan TKPK diwajibkan bagi:
-
Pekerja konstruksi gedung bertingkat
-
Teknisi pemasangan menara telekomunikasi
-
Pekerja perawatan jembatan dan infrastruktur tinggi
-
Pekerja oil and gas (onshore & offshore)
-
Petugas pembersih gedung (building maintenance)
-
Teknisi perawatan fasilitas industri
Keunggulan Pelatihan TKPK di PPKM Training
PPKM Training (Pusat Pelatihan Kompetensi Mandiri) adalah lembaga pelatihan resmi yang menyediakan Pelatihan TKPK sesuai peraturan pemerintah dan standar keselamatan internasional.
Keunggulan PPKM Training:
-
Instruktur bersertifikat dan berpengalaman di industri
-
Kurikulum sesuai Permenaker dan standar global
-
Fasilitas lengkap untuk praktik lapangan
-
Sertifikat resmi diakui nasional dan internasional
-
Jadwal fleksibel dan bisa in-house training di perusahaan
Cara Mendaftar TKPK di PPKM Training
Untuk mengikuti pelatihan TKPK di PPKM Training:
WhatsApp: +62 811-1099-894
Alamat: Jl. Mercedes Benz No.5, Tlajung Udik, Kec. Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16962
Website: www.ppkmtraining.com/
Kesimpulan
TKPK adalah bagian penting dari keselamatan kerja di ketinggian yang diatur oleh peraturan resmi pemerintah. Prinsip dasarnya mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, penggunaan APD, prosedur kerja aman, hingga rencana penyelamatan darurat.
Memahami dan menerapkan TKPK dengan benar dapat mencegah kecelakaan fatal, meningkatkan keselamatan kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.